Dikuasakan oleh Blogger.
RSS
Memaparkan catatan dengan label Makanan Hati. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Makanan Hati. Papar semua catatan

Sabar, Sabar dan Sabar

Dalam meniti kehidupan seharian, sepanjang perjalanan ini, pelajaran yang senantiasa aku dapatkan adalah SABAR. Bersabar di atas segala musibah dan ujian dalam hidup. Hati selalu mengingatkan diri tentang indahnya Sabar. Mungkin kita tidak nampak akan hikmah sabar tatkala hati sedang membuak-buak marah. Di sini ada beberapa potong ayat yang harap2nya dapat mengubat hati yang sedih ataupun marah yang membuak2:


  • Apabila seseorang menyakitimu maka ingatlah qadha' dan qadar dan keutamaan memberi maaf, pahala berlemah lembut, ganjaran bersabar, orang itu berbuat zalim dan engkau kena zalim, oleh kerana itu engkaulah yang paling beruntung.
  • Qadha' itu sudah terlaksana, ajal dan rezeki itu sudah ditentukan, lalu mengapa engkau bersedih? Sakit, kemiskinan dan musibah dengan pahalanya, lalu mengapa engkau susah?
  • Manisnya kemenangan adalah menghilangkan kepahitan bersabar. Lazatnya kemenangan adalah menghilangkan kelelahan dan kesusahan. Pekerjaan yang sempurna menghilangkan kesulitannya.
(Dipetik dari buku Kebahagiaan Ada Pada Diri Anda karya Dr. 'Aidh Abdullah Al-Qarni)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Berprasangka Buruk Sesama Insan, Apalagi pada ALLAH SWT

Kenapa kita masih hendak berprasangka buruk dan mencari-cari kesalahanNya? Berprasangka buruk terhadap orang beriman saja sudah begitu buruk, apalagi jika kita menyangkaNya dengan prasangka yang bukan-bukan. Perhatikanlah apa yang terkandung dalam al-Quran tentang tiga jenis kesalahan:

"Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka kerana sebahagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah memfitnah satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu berasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." [al-Hujurat: 12]

*dipetik dari buku 'Bila ALLAH Menduga Kita' karya Syed Alwi Alatas..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS